Airlangga Sebut Pemerintah Akan Tambah Bantuan Pangan dan Stunting

Pemerintah terus berupaya mengantisipasi dampak kondisi global yang masih penuh tantangan dan prediksi El Nino yang masih harus terus diwaspadai hingga periode Februari 2024. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menambah bantuan pangan dan penanganan stunting.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan terus berupaya menjaga daya beli masyarakat, yang dilakukan melalui penambahan bantuan sosial dan memastikan penyalurannya tepat sasaran. Selain itu, penanganan stunting juga menjadi salah satu fokus untuk segera dilaksanakan.

Dalam rapat internal terkait Penyaluran Bantuan Pangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/11), dia menyampaikan salah satu tantangan yang muncul adalah terdapat kebutuhan tambahan anggaran dari Bulog.

“Tadi disampaikan bahwa saat sekarang kondisi Bulog per 2 november 2023 stoknya 1.442.945 ton. Dan penyaluran bantuan pangan di bulan September itu 94,95 persen dan di bulan Oktober 94,89 persen, November di 18,45 persen, dan kita masih ada di bulan Desember,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/11).

Airlangga merinci, kebutuhan tambahan anggaran dari Bulog untuk tahap pertama butuh biaya sekitar Rp7,9 triliun, tahap kedua Rp8,4 triliun, dan ada tambahan terkait dengan untuk distribusi dan lainnya sebesar Rp2,8 triliun, sehingga totalnya sejumlah Rp19,1 triliun.

Di samping percepatan pembayaran tagihan Bulog oleh Kementerian Keuangan, ia menambahkan, rapat juga membahas usulan terkait dengan insentif yang bisa diberikan Pemerintah, terutama untuk pembebasan bea masuk beras.

“Kita ketahui bersama bahwa pembebasan bea masuk dengan tarif spesifik Rp450/kg. Ini kita lakukan insentif berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP). Nanti badan pangan akan menyiapkan itu untuk BMDTP, yang nanti akan diberikan oleh Kementerian Keuangan,” paparnya.

Terkait bantuan pangan pada 2024, Airlangga membeberkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menyetujui bahwa bantuan pangan beras dan bantuan penanganan stunting akan diberikan selama 6 bulan, yakni pada Januari-Juni 2024. Bantuan beras yang akan diberikan yakni sebanyak 10kg kepada 22.004.077 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sedangkan untuk bantuan stunting, akan diberikan kepada 1.446.089 Keluarga Risiko Stunting (KRS) dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Bantuan stunting tersebut sejumlah Rp446,242 miliar per kuartal, atau sekitar Rp892 miliar di semester pertama tahun depan.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi global yang masih penuh tantangan dan prediksi El Nino. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak dan menjaga perekonomian Indonesia tetap stabil.

Sumber : cnnindonesia.com