Menko Airlangga Kunjungi Rakyat Tanjung Banon di Wilayah Pulau Rempang

Dalam kunjungan kerja ke Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (29/09), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-29.

Kerja sama IMT-GT yang telah dibentuk sejak 30 tahun lalu, menjadi salah satu forum kemitraan yang memprioritaskan pembangunan ekonomi daerah untuk mengurangi kesenjangan serta meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat di sub-kawasan IMT-GT.

Setelah melaksanakan ibadah sholat jumat, Menko Airlangga kemudian meneruskan agenda kunjungan kerja dengan mengunjungi Desa Tanjung Banon yang terletak di bagian selatan Pulau Rempang, Provinsi Kepulauan Riau.

Setelah melakukan perjalanan hampir 1 jam dari Kota Batam, Menko Airlangga beserta rombongan disambut hangat oleh masyarakat beserta tokoh adat dan tokoh agama yang telah menanti dengan antusias kedatangan rombongan di Mesjid Al Ikhsan Tanjung Banon.

Pertemuan dan dialog langsung Menko Airlangga dengan masyarakat Tanjung Banon kemudian berlangsung dalam suasana akrab serta diliputi dengan harapan-harapan yang disampaikan oleh masyarakat.

“Tentang ada pembangunan di Pulau Rempang, pada intinya seluruh kami sangat mendukung dengan pembangunan di Pulau Rempang, apakah itu dilakukan oleh Pemerintah, BUMN maupun swasta. Apalagi sudah menjadi Proyek Strategis Nasional. Di sisi lain juga, saya berharap kepada Pak Menteri sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, marwah kami orang melayu juga diperhatikan,” ujar Gerisman Ahmad, salah seorang tokoh masyarakat Tanjung Banon saat memberikan sambutan selamat datang kepada Menko Airlangga dan rombongan.

Menko Airlangga dalam dialog tersebut dengan terbuka menerima aspirasi-aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat serta menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan tersebut.

“Pertama terima kasih, karena kami Alhamdulillah bisa bersilaturahmi pada siang hari ini bersama-sama. Tentunya silaturahmi ini adalah menindaklanjut dari silaturahmi- silaturahmi yang sebelumnya,” ujar Menko Airlangga saat memulai dialog langsung tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga mengapresiasi kesepakatan-kesepakatan yang telah didapatkan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya yang dilakukan antara masyarakat Pulau Rempang dengan Pemerintah.

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengutarakan bahwa kunjungan tersebut juga untuk melihat secara langsung terkait dengan kesiapan dan daya dukung perluasan wilayah lokasi yang diusulkan bagi masyarakat yang terdampak dalam pengembangan Kawasan Rempang Ecocity untuk dikembangkan dengan infrastruktur yang lebih baik.

“Arahan Bapak Presiden yang pertama tentu untuk kepentingan rakyat dan adil bagi rakyat. Dan kedua agar masyarakat di sini nanti juga memperoleh sertifikat hak milik, terutama di daerah sini yang saat ini tinggal di sini juga nanti akan diberikan haknya,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga menyampaikan harapan agar pembangunan perumahan serta infrastruktur termasuk air dan listrik dapat segera dilakukan.

Pembangunan tersebut juga akan dilakukan dengan memperhatikan kepentingan terkait mata pencaharian sehari-hari bagi masyarakat yang terutama menjadi nelayan dan petani ladang.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin memberikan jaminan, bahwa Pemerintah akan menjamin apa yang kemarin sudah dijanjikan, akan direalisasikan,” tegas Menko Airlangga.

Masyarakat Tanjung Banon yang hadir pada kesempatan tersebut menyambut gembira yang disampaikan oleh Menko Airlangga karena kepastian terhadap pelaksanaan perluasan wilayah pada lokasi yang diusulkan tersebut sudah sangat dinantikan.

“Saya mendengar bahwa seluruh masyarakat bertanya kepastian. Dan saya jamin, kami sudah rapat dan sudah melapor kepada Bapak Presiden. Kami akan siapkan Perpres, disiapkan Peraturan Presiden, sehingga ini akan aman dan berkelanjutan,” pungkas Menko Airlangga.

Di akhir dialog, Menko Airlangga tak lupa juga menyelipkan sebait pantun dan berharap agar pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat, lebih bagus, dan tidak bertele-tele.

“Ikan hiu berenang dengan agung, I love you Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Tanjung Banon,” pungkas Menko Airlangga yang disambut dengan keriuhan dari masyarakat yang hadir.

Sumber : golkarindonesia.com