Respons Golkar soal Isu Ridwan Kamil Kian Dekat Jadi Cawapres Ganjar

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng merespons soal mencuatnya nama Ridwan Kamil menjadi cawapres Ganjar Pranowo. Dia mengatakan jika partainya senang salah satu kader terbaik menjadi cawapres dari PDIP itu.

“Ya semua masih berproses politik yang tidak statis, tentunya partai Golkar senang karena salah satu kader terbaik menjadi cawapresnya Ganjar,” kata Mekeng, Kamis (7/9).

Kendati demikian, dia menyebut pihaknya tidak terburu-buru dalam memutuskan Ridwan Kamil sebagai cawapres. Terlebih, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto didorong juga untuk menjadi cawapres Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Namun kita semuanya harus bersabar agar tidak gaduh, karena Airlangga juga didorong untuk menjadi Cawapres dari Prabowo,” ujarnya.

Namun, kembali dia menegaskan bahwa Partai Golkar tetap mencari kader terbaik untuk menjadi sosok yang mampu mensejahterakan masyarakat.

“Intinya Partai Golkar akan mencari yang terbaik buat bangsa dan negara serta persatuan bangsa agar bisa terus membangun untuk masyarakat adil dan sejahtera,” imbuh Mekeng.

RK Berpeluang Jadi Cawapres Ganjar
Diberitakan sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan, pihaknya mempertimbangkan mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau Kang Emil menjadi cawapres Ganjar Pranowo.

“Saya kira Pak Ridwan Kamil sebagai salah satu tokoh kepala daerah yang dinilai juga sukses memimpin Jabar, sebagai satu kandidat yang masuk dalam pertimbangan-pertimbangan tersebut,” kata Ahmad Basarah, saat diwawancarai di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar, Jakarta, Selasa (5/9).

Namun, dia menyebut, dinamika politik saat ini masih sangat dinamis. Sehingga, sosok selain Kang Emil pun masih berpeluang menjadi cawapres Ganjar.

Terlebih, kata Basarah, semua sosok potensial tengah dipertimbangkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Saya kira semua bacawapres dipertimbangkan Bu Mega dengan penuh seksama dengan berbagai pertimbangan dan alasan-alasan mengapa tokoh tersebut menjadi pertimbangan,” ujarnya.

“Tapi sekali lagi semua posisi bacawapres yang ada baik yang sudah muncul di permukaan publik maupun yang belum sama-sama memiliki peluang yang sama. Karena sekali lagi situasinya masih sangat cair dan dinamis,” sambung Basarah.

Sumber : liputan6.com