Genjot Ekspor UMKM, Airlangga Siapkan Ekosistem Pembiayaan yang Terintegrasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto berkomitmen untuk terus mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas dengan meningkatkan ekspor.

Menurut Airlangga, upaya ini dilakukan agar UMKM, sebagai pilar penting pembangunan ekonomi Indonesia, bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian dan menyerap tenaga kerja lebih banyak.

“Di setiap periode krisis, UMKM menjadi bantalan atau pun buffer yang bersifat resilien dan bisa pulih dengan kecepatan yang baik. Oleh karena itu, pengembangan UMKM merupakan hal yang necessary condition atau kondisi yang harus dipertahankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi,” ungkap Airlangga, Kamis (24/8/2023).

Oleh karena itu, kata Airlangga, UMKM dipacu untuk bangkit sampai bisa ‘go global’ di masa mendatang, bahkan supaya partisipasi UMKM meningkat dalam global value chain.

“Pemerintah melihat bahwa salah satu strategi pengembangan UMKM Naik Kelas dan UMKM Go Export yaitu melalui peningkatan akses pembiayaan,” katanya.

Dia menilai pembiayaan bagi UMKM menjadi salah satu faktor penting yang dapat menjadi akselerator perkembangan UMKM.

“Pemerintah telah mengeluarkan berbagai bentuk pembiayaan, mulai dari ultra mikro sampai level usaha menengah. Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu bentuk dukungan pembiayaan UMKM dengan bunga murah dan persyaratan mudah,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Airlangga, pembiayaan ultra mikro juga dilakukan menggunakan pendanaan yang berasal dari APBN dan dana bergulir serta pembiayaan syariah dan disalurkan melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

Airlangga juga mengatakan, agar penyaluran pembiayaan UMKM dapat berjalan optimal, maka Pemerintah tengah mengintegrasikan program-program yang sudah ada, baik di hulu maupun hilir.

Diharapkan, ekosistem pembiayaan yang terintegrasi, mulai dari program bantuan sosial sampai pembiayaan komersial lembaga keuangan, dapat mendorong lebih banyak UMKM yang naik kelas dan go export.

“Saat ini kita berorientasi kepada sektor produktif agar (penyaluran pembiayaan UMKM) berjalan lebih optimal. Dan diharapkan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi mulai dari program bantuan sosial sampai bantuan komersial keuangan bisa didorong agar UMKM segera bisa naik kelas,” tuturnya.

Untuk diketahui, sektor UMKM memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61%, atau senilai dengan Rp9.580 triliun, bahkan kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97% dari total tenaga kerja.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki 65,5 juta UMKM yang jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha.

Sumber : wartaekonomi.co.id