Airlangga Hartarto Klaim Isu Munaslub Golkar Sudah Tutup Buku

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyebut isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di internal partai untuk mencopot posisi dirinya sudah tutup buku.
Airlangga menyindir bahwa pendengung isu tersebut merupakan para kader di luar struktur partai. Menurut dia, mereka hanya kelompok pinggiran dan periferal alias tidak penting.

“Dari dulu juga tutup buku, karena mereka tidak ada dalam struktur. Jadi mereka adanya di pinggiran, periferal,” kata Airlangga dalam wawancara di akun Instagram pribadinya, Rabu (9/8) malam.

Golkar menurut dia saat ini solid untuk menghadapi Pemilu 2024 di bawah kepemimpinannya. Sebagai ketua umum, dia mengklaim telah mendapat dukungan penuh dari kader mulai tingkat DPD provinsi, hingga kabupaten kota.

Selain itu, dia mengaku juga telah didukung penuh ormas dan para senior di pimpinan dewan partai, seperti Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pakar Agung Laksono, dan Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung.

“Nah sekarang sangat solid dan tentu dalam situasi seperti ini, dengan kader-kader yang kuat, dengan sistem pemilu yang terbuka, Golkar siap untuk lebih baik dari 2019 kemarin,” kata Airlangga.

Airlangga lebih lanjut menginstruksikan kepada seluruh kader untuk mulai bergerak menghadapi Pemilu 2024. Dia mengatakan partainya saat ini sedang menyusun nomor urut para caleg partainya menyusul sistem pemilu yang telah dipastikan dengan sistem terbuka.

“Sehingga dengan demikian sudah waktunya sekarang untuk langsung bergerak, konsolidasi di akar rumput, rebut hati rakyat,” kata dia.

Internal partai Golkar dalam beberapa waktu terakhir kembali digoyang isu Munaslub. Sejumlah kader di internal partainya mendorong evaluasi Airlangga sebagai ketua umum, terutama menyusul proses hukum yang dijalaninya saat ini di Kejaksaan Agung dalam kasus ekspor CPO.

Ada dua nama yang disebut-sebut sebagai calon kuat untuk menggantikan Airlangga jika Munaslub digelar. Keduanya yakni, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Sumber : cnnindonesia.com