Usai Panggil Ridwan Hisjam, Dewan Etik Golkar Minta Kader Solid dan Tidak Sibuk Bergunjing

Seluruh kader Partai Golkar harus menjaga etika dalam berperilaku dan membuat statement di ruang publik. Permasalahan internal partai tidak boleh dibawa ke ruang publik.

Atas dasar itu, Ketua Dewan Etik Partai Golkar Mohammad Hatta memanggil dan meminta klarifikasi anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam.

Katanya, Ridwan Hisjam bersama Lawrence Siburian merupakan oknum kader yang diduga menghembuskan wacana musyawarah nasional luar biasa (munaslub) partai.

“Ini kita bicara soal etika, Dewan Etik ini mengawal masalah etik. Bahwa hal-hal yang tidak etis, kita berwenang memanggil mereka, mengundang mereka, menanyakan tujuan mereka,” tutur Hatta kepada wartawan, Selasa (18/7).

Dia menekankan bahwa etika seluruh kader dibutuhkan agar Partai Golkar bisa meraih kemenangan di Pemilu 2024. Partai beringin, sambungnya, akan bisa menang dengan mudah jika seluruh kader memiliki soliditas yang kuat.

“Kita saat ini sedang berjuang meningkatkan elektabilitas partai. Ini sangat bergantung dari kekompakan seluruh kader partai. Jika kita bergunjing, tidak akan menguntungkan partai,” tegas Hatta.

Kembali ke soal sidang etik. Hatta menegaskan bahwa pihaknya sudah mendapatkan penjelasan dari Ridwan Hisjam terkait wacana munaslub. Bahwa yang bersangkutan mengakui tidak memiliki niat untuk menurunkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar.

“Dan yang bersangkutan mengakui Dewan Pakar tidak memiliki wewenang menggelar munaslub,” tegas Hatta.

Senada itu, Ridwan Hisjam turut meluruskan bahwa dirinya cinta pada Golkar dan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum. Tidak ada sedikitpun niat dirinya untuk menjatuhkan Airlangga. Bahkan dia bertekad untuk menjadi panglima pemenangan jika Airlangga Hartarto mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2024.

“Kalau Airlangga maju, capres, kita akan fight, saya tidak ada mau menurunkan Airlangga,” tutur Ridwan Hisjam.

Sumber : rmol.id