Airlangga Minta Masyarakat Kelas Atas Lebih Banyak Belanja Dibanding Menabung

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong masyarakat ekonomi kelas atas dapat terus berbelanja. Menurut Airlangga, masyarakat kelompok ini memiliki daya spending yang baik.

Saat membuka agenda tahunan Standard Chartered World of Wealth (WOW) yang ke-19, Airlangga mengatakan bahwa spending yang dilakukan oleh masyarakat ekonomi atas sangat penting untuk mencapai target investasi sekaligus pergerakan konsumsi rumah tangga.

“Saya mengapresiasi kerja sama dan kolaborasi dari kita semua terutama seluruh peserta yang merupakan bagian daripada kelas menengah atas Indonesia, yang tentunya memiliki energi untuk melakukan spending, di mana spending ini menjadi hal yang penting,” ujar Airlangga, Selasa (7/3).

Airlangga memaparkan sebuah grafik yang menunjukan untuk mencapai target investasi 5,3 persen di tahun 2023, pemerintah melihat masih ada ruang untuk spending. Indonesia, pernah mengalami kondisi boom, yang artinya tabungan atau deposit masyarakat menumpuk di perbankan dan tidak ada langkah untuk berbelanja. Kondisi tertinggi boom terjadi pada awal masa pandemi Covid-19.

“Boom itu tandanya sederhana dana pihak ketiga di perbankan sedang numpuk,” ungkapnya.

Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, jumlah simpanan atau tabungan orang super kaya di bank dengan nominal rekening di atas Rp5 miliar mencapai Rp4.524 triliun pada Januari 2023. Jumlah itu sekitar 53,2 persen dari total simpanan yang terhimpun di bank pada bulan pertama tahun ini, yang sebanyak Rp8.004 triliun.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, simpanan dengan nominal di atas Rp5 miliar masih yang terbesar karena didominasi oleh perusahaan-perusahaan.

Tren itu terjadi lantaran orang super kaya khawatir dengan ancaman resesi yang kini marak berhembus. Sehingga mereka lebih memilih untuk menyimpan uang di tempat yang aman, seperti dalam bentuk deposito bank.

“Kalau kita lihat tren terakhir tumbuhnya kencang. Mungkin mereka agak takut dengan prospek ekonomi. Karena sebelumnya banyak yang ngomong kita akan jatuh, akan resesi segala macam,” ujar Purbaya saat ditemui di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (2/3).

Namun, Purbaya menilai, jumlah tabungan bank nasabah super kaya akan menurun ketika situasi ekonomi lebih kondusif. Sehingga mereka lebih berani untuk memutar uangnya di luar perbankan.

“Harusnya ketika keadaan tidak seburuk itu, itu akan menurun, akan ekspansi lagi. Mereka cautiously optimistic, optimis tapi agak hati-hati,” kata dia.

Sumber : merdeka.com