Airlangga Yakin Arus Investasi di Tahun Politik Tetap Cerah

Menteri Koordinator Bidan Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, meskipun pada tahun 2023 dan 2024 Indonesia berada dalam tahun politik namun hal ini tidak akan memengaruhi geliat investasi di Indonesia.

Airlangga mendorong investor tetap melakukan investasi di Indonesia. Terlebih, selama ini setiap pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) dinilai berjalan baik karena pemerintah bisa menjaga stabilitas politik.

“Alhamdulilah tidak ada satu pemilu yang berakhir dengan ricuh, yakinlah untuk investasi karena pemerintah dan parlemen menjamin itu,” ucap Airlangga di Jakarta, Selasa (28/2/2023).

Menurut Airlangga, pemerintah akan menjalankan pemilu di tahun 2024 tetapi persiapan pemilu sudah dilakukan dari tahun 2023.

Dia menuturkan, sejak reformasi pemerintah sudah lima kali menjalankan pemilu dan selalu berjalan demokratis. Pada masa tahun politik juga terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi karena konsumsi masyarakat meningkat.

“Tahun politik menjadi menarik karena ini kurang dari satu tahun menuju pemilu 2024, tetapi saya tegaskan pemilu ini bukan yang pertama kali, ini adalah yang kelima pasca reformasi,” katanya.

Airlangga menambahkan, masifnya aliran investasi di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) khususnya dalam tiga tahun terakhir menghadapi pandemi Covid-19 menunjukan kuatnya stabilitas politik.

Sebabnya, kata dia, sejumlah kebijakan saat pandemi Covid-19 berjalan sinergis baik dari sisi pemerintah maupun DPR.

“Dengan stabilitas politik kita bisa melakukan kebijakan ekonomi, perlindungan sosial, maupun menghadapi ketidakpastian global,” kata Airlangga.

Langkah pemerintah menghadapi tahun 2023 ini dijalankan secara optimis, namun tetap waspada. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan utama terkait investasi.

Melalui bauran kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, Perpu Cipta Kerja, dan pengaturan DHE diharapkan memberikan kepastian hukum di tengah situasi yang tidak pasti.

“Kebijakan ini akan menjadi pilar untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang memadai serta stabilitas keuangan dan nilai tukar,” kata Airlangga.

Sumber : beritasatu.com