Isu Munaslub, Bamsoet: Golkar Solid Tingkatkan Elektabilitas Airlangga Hartarto

Partai Golkar tengah diterpa isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) yang bakal berlangsung 24-27 Februari 2023. Bahkan, muncul undangan Munaslub untuk mendukung Luhut Binsar Pandjaitan sebagai ketua umum baru.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, saat ini partainya tengah fokus mempersiapkan kemenangan Partai Golkar di Pemilu 2024 serta memperjuangkan untuk menaikkan elektabilitas Airlangga Hartarto.

“Tapi satu yang pasti kita memiliki satu komitmen bahwa kita saat ini sedang menjaga satu komitmen soliditas partai jadi kita harus kompak tidak ada isu-isu lain, kecuali kita memenangkan Partai Golkar sekaligus juga meningkatkan elektabilitas Ketua Umum (Airlangga Hartarto) kami yang sedang berjuang menjadi capres,” kata Bamsoet, saat diwawancarai di Graha PENA 98, Menteng, Jakarta, Minggu 19 Februari 2023.

Dia menegaskan, Partai Golkar hingga kini tetap solid dan menyampaikan tidak mendukung adanya pergantian Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Tanya yang mau ganti, kalau saya enggak (ganti ketua umum). Ya kita lagi solid-solidnya, justru kita terus jaga soliditas kita dan meningkatkan lagi soliditas kita,” kata Bamsoet.

Kata Airlangga soal Beredarnya Surat Undangan Munaslub Agar Luhut Jadi Ketum

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak mau ambil pusing soal beredarnya undangan Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) untuk mendukung Luhut Binsar Pandjaitan sebagai ketua umum baru.

Undangan yang disebar melalui WhatsApp itu mencatut Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan judul ‘Save Golkar KNPI Mendukung Munaslub Golkar’. Tertulis agenda digelar pada 24-27 Februari di Ancol, Jakarta.

“Jadi kita jelasin ormas Golkar ada berapa? KNPI ormas Golkar bukan? Ya sudah,” ujar Airlangga di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat, (10/2/2023).

Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus menilai ada pihak mencatut KNPI untuk menganggu soliditas Golkar menjelang Pemilu 2024.

“Ya itu, siapa yang buat ini. Satu. Kedua, ya ini tahun politik, mungkin saja, itu kan logo, mungkin saja ada yang memperalat, menganggu soliditas Partai Golkar, tetapi ingat saya keliling Indonesia,” ujar Lodewijk.

Lodewijk menilai undangan tersebut hanya selebaran yang tidak tahu siapa yang menyebarkan.

“Nah sekarang sejauh mana kebenaran ada katakan lah leaflet tadi itu, siapa yang itu, kita enggak tahu juga, terus ngapain kita jadi resah, apalagi kami di Golkar,” kata dia.

Hubungan Luhut dan Airlangga Tak Ada Masalah
Lodewijk yakin hubungan Luhut dan Airlangga tidak ada masalah. Apalagi saat ini Luhut menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar.

“Pak Luhut itu Ketua Dewan Partai Golkar, Ketua Dewan Penasihat, masa dewan penasihat untuk beliaulah yang menasihati kami-kami ini, jadi kalau gitu saya pikir ya enggak benar lah itu. Ya cuma ada namanya selebaran gelap, kok kita jadi ribut dengan selebaran gelap yang enggak jelas ujung pangkal, orang kan buat ini siapa saja bisa,” ujarnya.

Sumber : liputan6.com